4 Alternatif Pengganti Gula Yang Lebih Sehat

4 Alternatif Pengganti Gula Yang Lebih Sehat – Terdapat begitu banyak pemanis buatan ataupun pengganti gula yang ada di pasaran. Apa sih yang salah pada gula, sehingga kita perlu penggantinya? “Dengan 15 kalori per 1 sendok teh, tak ada yang dapat dikatakan sebagai jumlah yang cukup moderat untuk gula,” kata seorang pakar kesehatan. Kurang lebih 25% kalori harian berasal dari gula dalam kue, sereal, dan juga kecap.

Untuk dapat memuaskan keinginan Anda terhadap makanan dan juga minuman manis, utamanya bila Anda perlu membatasi kalori, karbohidrat ataupun penderita diabetes, berikut ini pengganti gula yang dapat Anda pertimbangkan:4 Alternatif Pengganti Gula Yang Lebih Sehat

4 Alternatif Pengganti Gula Yang Lebih Sehat

SWEETLEAF DAN TRUVIA

Ini merupakan alternatif gula yang dibuat dari semacam herbal yang ditemukan di Negara Amerika Tengah dan juga Selatan. Rasanya 40 kali lebih manis dari gula namun nol kalori dan tak membuat gula darah melonjak.

“Truvia merupakan salah satu pengganti gula yang sangat menjanjikan. Hingga saat ini, pemakainnya masih aman-aman aja. Rasanya layaknya gula dengan indeka glikemik hampir nol. ini artinya kadar gula darah akan tetap terjaga,” kata ahli nutrisi bernama Jonny Bowden, Ph.D.

WHEY LOW

3 jenis gula yaitu fruktosa (gula natural yang ada dalam buah dan sayur), sukrosa (gula pasir) dan juga luktosa (gula susu), bersama membentuk zat pemanis whey-low tersebut.

Bila berdiri sendiri, sukrosa dan laktosa penuh dengan kandungan zat kalori. Bila digabung dengan fruktosa, maka akan bersenyawa dan menjadi sebuah pemanis yang tak sepenuhnya bisa diserap tubuh. Hasilnya, cuma 4 kalori per 1 sendok teh.

Indek glikemik whey low kurang dari 1/3 yang dipunya gula. Pemanis yang mirip whey low yakni gula granular sugar, gula maple, brown sugar, dan confectioners sugar.

“Pembuat whey low berkata, interaksi 3 jenis gula itu akan menghasilkan rasa manis yang penuh namun lebih sedikit kalori. Kami sudah mengujinya dan tampaknya ini cukup menjanjikan,” kata seorang profesor ilmu makanan bernama Thomas Castonguay, Ph.D.

XYLITOL

Ini merupakan gula alkohol natural dan bisa ditemukan di dalam buah beri dan jagung. Xylitol punya hanya 9 kalori persatu sendok teh dan indek glikemik yang lebih rendah daripada gula biasa.

Xylitol juga bermanfaat untuk mencegah bakteri penyebab plak melekat pada gigi sehingga akan mencegah kerusakan gigi. Namun bila Anda mengkonsumsinya terlalu banyak dapat menyebabkan sakit perut, kembung dan juga diare.

Menurut Bowden, xylitol tak dapat sepenuhnya dicerna, itu karena pemanis ini bisa menjaga kadar gula darah agar tetap normal.

AGAVE NECTAR

Agave merupakan tumbuhan yang dipakai dalam pembuatan minuman tequila. Beberapa jenis agave dicampurkan dan jadilah zat pemanis cair ini.

Adapun manfaat agave nectar ini masih diperdebatkan. Agave nectar tak membuat gula darah melonjak drastis, namun kalorinya lebih banyak daripada gula biasa yakni 20 kalori per satu sendok teh.

Ada pula seorang ahli yang masih ragu terhadap kandungan fruktosanya, apakah sama dengan yang terdapat dalam high fructose corn syrup (HFCS), yang sudah terbukti dapat menyebabkan meningkatnya angka obesitas.

Adapun Batasannya ialah, kita semua bisa mengkonsumsi sedikit pemanis dalam makanan / minuman keseharian kita. Namun bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak kue atau snack, walaupun makanan teresebut menggunakan pengganti gula, Anda tetap memiliki resiko mengkonsumsi makanan olahan yang tak baik bagi kesehatan.

Yang benar-benar kita butuhkan ialah makanan segar yang minim pengolahan. Pengganti gula bukan pengganti makanan sehat. So, yuk perhatikan pola makanan sehat kita, utamanya dalam hal konsumsi gula sehari-hari, untuk hidup kita yang lebih sehat dan lebih baik.

4 Alternatif Pengganti Gula Yang Lebih Sehat | Planter | 4.5