Cara Membedakan Nyeri Pinggang Biasa dengan Saraf Kejepit

Sunday, August 28th, 2016 - Kesehatan

Membedakan Nyeri Pinggang dengan Saraf Kejepit – Penyakit saraf kejepit mungkin sudah seringkali kita dengar. Namun sayangnya, masyarakat awam seringkali masih keliru untuk membedakan antara saraf kejepit dengan sakit atau nyeri pinggang biasa.

dr.Harmantya Mahadipta, seorang spesialis orthopedi, penyakit saraf kejepit atau dikenal dengan HNP (hernia nukleus pulposus) punya ciri khas yakni berupa rasa nyeri yang menjalar ke bagian – bagian tubuh yang lain.

“Jadi rasa nyerinya tak hanya di pinggang saja, namun menjalar hingga kaki. Terkadang terdapat rasa kesemutan atau rasa kesetrum ataupun rasa pegal yang juga menjalar,” paparnya.

Membedakan Nyeri Pinggang dengan Saraf Kejepit

Saraf kejepit terjadi dikarenakan tekanan yang meningkat pada bagian saraf, utamanya pada bagian pinggang ataupun leher. Tekanan itu dapat menyebabkan penonjolan inti dari diskus yang jadi bantalan tulang sehingga akan menekan bagian saraf. Membedakan Nyeri Pinggang dengan Saraf Kejepit

Tentu berbeda dengan nyeri pinggang yang biasa, nyeri karena saraf kejepit juga dapat menyebabkan rasa kesemutan, lemah, baal, dan lama-kelamaan hingga kelumpuhan.

“Ada pula yang lama-kelamaan jempol kakinya tak bisa diangkat, ataupun kakinya baal,” katanya.

Rasa nyeri karena HNP juga tak kan membaik sesudah dilakukan peregangan ataupun pemijatan.

Untuk dapat memastikan nyeri HNP, maka dokter akan melakukan sebuah pemeriksaan fisik dan anamnenis. “maka dari pemeriksaan ini sekitar 80 % telah ketahuan apakah HNP ataukah bukan. Namun kadangkala dubutuhkan pemeriksaan penunjang seperti MRI agar lebih memastikannya,” kata Harmantya.

Resiko seseorang menderita HNP lebih tinggi bila ia terlalu banyak duduk, karena kegemukan, dan kurangnya olahraga.

“Penyakit ini dapat dicegah dengan cara melakukan olahraga untuk dapat menguatkan otot-otot pinggang dan juga perut, jangan kegemukan, dan lakukanlah peregangan setiap satu jam duduk agar supaya tekanan pada pinggang jadi berkurang,” pungkasnya.

Pengobatan HNP tak selalu dengan operasi. Terapi konvensional seperti menggunakan konsumsi obat antinyeri dan juga antiradang, serta fisioterapi dapat menjadi terapi utama pengobatan.

 

Apakah Penyakit Saraf Kejepit Harus Selalu Dioperasi?

Nyeri karena saraf kejepit atau HNP (hernia nukleus pulposus) memang cukup menyiksa. Apalagi bila keluhan nyeri diikuti dengan adanya rasa kesemutan dan baal yang lama.

Walau begitu, kadangkala banyak pasien HNP yang takut untuk berobat ke dokter karena tak mau dioperasi. Padahal, menurut dr.Harmantya Mahadipta, seorang spesialis orthopedi, ada sekitar 70-80% kasus HNP tak memerlukan penanganan operasi.

“Dicoba dulu dengan melakukan terapi konvensional, misalnya berupa pemberian obat antinyeri ataupun antiradang, fisioterapi, bed rest, dan lainnya,” kata Harmantya.

Dengan Melakukan berbagai latihan olahraga juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri saraf kejepit. Adapun Jenis latihan yang dianjurkan ialah penguatan otot-otot perut dan juga pinggang.

Dilihat dalam kurun waktu 3-4 minggu apakah berangsur pulih. Jika tidak ada, jangan diam aja. Lanjutkan dengan terapi berikutnya.

Saraf kejepit yang diabaikan tak hanya menurunkan kenyamanan hidup Anda, namun juga dapat menyebabkan kelemahan otot, bahkan hingga kelumpuhan.

Kalau saraf kejepitnya di bagian pinggang, dapat menyebabkan jempol kaki tak bisa diangkat. Jika yang terjepit di leher akan menjalar ke bagian tangan.

Operasi baru akan dilakukan jika terapi konvensional tidak dapat memperbaiki HNP, utamanya bila pasien terus mengalami rasa nyeri ataupun kelemahan.

Harmnatya mengungkapkan, saat ini pilihan operasi HNP umumnya non-invasif atau tak memakai pembedahan terbuka seperti dulu. Dengan begitu luka sayatan juga kecil dan pemulihannya pun relatif lebih cepat.

Artikel menarik lainnya:

Jenis operasi non-invasif tadi akan disesuaikan dengan derajat keparahan pada penyakit dan juga jenis serta lokasi tonjolan pada saraf.

“Terdapat yang full endoskopi, terdapat pula yang memakai teknik mikro endoskopi dengan jarum khusus, atau bahkan cuma dengan dilaser aja”. Ungkapnya.

Nah sobat sehat, itulah tadi bahasan kita kali ini tentang Membedakan Nyeri Pinggang Biasa dengan Saraf Kejepit, semoga bermanfaat untuk anda semua dan menambah wawasan. Salam sehat.

Cara Membedakan Nyeri Pinggang Biasa dengan Saraf Kejepit | Planter | 4.5